Isi Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru

Isi Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru

Isi Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru ~ Menindaklanjuti pesan Pak menteri pendidikan, bahwa dalam kegiatan MOS/FORTASI yang dilaksanakan disekolah harus mengacu pada permendikbud Nomor 18 Tahun 2016, berikut penjelasannya :

Isi Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru


Sekolah adalah satuan pendidikan formal yang diselenggarakan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Masyarakat dalam bentuk sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, sekolah pada jalur pendidikan khusus, termasuk satuan pendidikan kerja sama. (2)Pengenalan lingkungan sekolah adalah kegiatan pertama masuk Sekolah untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur Sekolah. (3) Menteri adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (4) Kementerian adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Demikian bunyi permendikbud nomor delapan belas tahun 2016 tentang pengenalan lingkungan sekolah. Adapun untuk pasal 2 sampai dengan 12 adalah sebagai berikut:
Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru

Pasal 2
(1) Pada awal tahun pelajaran, perlu dilakukan pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru.

(2) Pengenalan lingkungan sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk:
  • a. mengenali potensi diri siswa baru;
  • b. membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah;
  • c. menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru;
  • d. mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya;
  • e. menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong.
(3) Pengenalan lingkungan sekolah meliputi:
  • a. kegiatan wajib; dan
  • b. kegiatan pilihan.
(4) Kegiatan wajib dan kegiatan pilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan sesuai dengan silabus pengenalan lingkungan sekolah sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

(5) Sekolah dapat memilih salah satu atau lebih materi kegiatan pilihan pengenalan lingkungan atau melakukan kegiatan pilihan lainnya yang disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik lingkungan sekolah.

(6) Sekolah melakukan pendataan tentang keadaan diri dan sosial siswa melalui formulir pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru yang diisi oleh orang tua/wali siswa yang minimal memuat:
  • a. profil siswa yang terdiri dari identitas siswa, riwayat kesehatan, potensi/bakat siswa, serta sifat/perilaku siswa; dan
  • b. profil orangtua/wali.
(7) Contoh formulir pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru sebagaimana dimaksud pada ayat (6) tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Pasal 3
(1) Pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) hari pada minggu pertama awal tahun pelajaran.

(2) Pengenalan lingkungan sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan hanya pada hari sekolah dan jam pelajaran.

(3) Pengecualian terhadap jangka waktu pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diberikan kepada sekolah berasrama dengan terlebih dahulu melaporkan kepada dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya disertai dengan rincian kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.

Pasal 4
(1) Kepala sekolah bertanggung jawab penuh atas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam pengenalan lingkungan sekolah.

(2) Perencanaan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah disampaikan oleh sekolah kepada orang tua/wali pada saat lapor diri sebagai siswa baru.

(3) Pengenalan lingkungan sekolah wajib berisi kegiatan yang bermanfaat, bersifat edukatif, kreatif, dan menyenangkan.

(4) Evaluasi atas pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah wajib disampaikan kepada orang tua/wali baik secara tertulis maupun melalui pertemuan paling lama 7 (tujuh) hari kerja setelah pengenalan lingkungan sekolah berakhir.

Pasal 5
(1) Pengenalan lingkungan sekolah dilakukan dengan memperhatikan hal sebagai berikut:
  • a. perencanaan dan penyelenggaraan kegiatan hanya menjadi hak guru; 
  • b. dilarang melibatkan siswa senior (kakak kelas) dan/atau alumni sebagai penyelenggara; 
  • c. dilakukan di lingkungan sekolah kecuali sekolah tidak memiliki fasilitas yang memadai; i. dilarang melakukan pungutan biaya maupun bentuk pungutan lainnya. 
  • d. wajib melakukan kegiatan yang bersifat edukatif; 
  • e. dilarang bersifat perpeloncoan atau tindak kekerasan lainnya; 
  • f. wajib menggunakan seragam dan atribut resmi dari sekolah; 
  • g. dilarang memberikan tugas kepada siswa baru berupa kegiatan maupun penggunaan atribut yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran siswa; h. dapat melibatkan tenaga kependidikan yang relevan dengan materi kegiatan pengenalan lingkungan sekolah; dan
(2) Contoh dari kegiatan dan atribut yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran siswa dan dilarang digunakan dalam pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

(3) Penyelenggaraan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah oleh guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pada sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan sekolah menengah kejuruan, dapat dibantu oleh siswa apabila terdapat keterbatasan jumlah guru dan/atau untuk efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah dengan syarat sebagai berikut:
  • a. siswa merupakan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan/atau Majelis Perwakilan Kelas (MPK) dengan jumlah paling banyak 2 (dua) orang per rombongan belajar/kelas; dan 
  • b. siswa tidak memiliki kecenderungan sifat-sifat buruk dan/atau riwayat sebagai pelaku tindak kekerasan.
(4) Dalam hal sekolah belum memiliki pengurus OSIS dan/atau MPK sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a, sekolah dapat dibantu oleh siswa dengan syarat sebagai berikut:
  • a. siswa tidak memiliki kecenderungan sifat buruk dan riwayat sebagai pelaku tindak kekerasan; dan 
  • b. memiliki prestasi akademik dan nonakademik yang baik dibuktikan dengan nilai rapor dan penghargaan nonakademik atau memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang dibuktikan dengan keikutsertaan dalam berbagai kegiatan positif di dalam dan di luar sekolah.
Pasal 6 
(1) Dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya wajib mengawasi kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.

(2) Apabila dalam pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah terjadi pelanggaran, dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai kewenangannya wajib menghentikan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.

Pasal 7
(1) Pemberian sanksi atas pelanggaran terhadap Peraturan Menteri ini adalah sebagai berikut:

a. sekolah memberikan sanksi kepada siswa dalam rangka pembinaan berupa:
1) teguran tertulis; dan
2) tindakan lain yang bersifat edukatif.

b. kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota atau pengurus yayasan sesuai kewenangannya memberikan sanksi kepada kepala/wakil kepala sekolah/guru berupa:
1) teguran tertulis;
2) penundaan atau pengurangan hak;
3) pembebasan tugas; dan/atau
4) pemberhentian sementara/tetap dari jabatan.

c. kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai kewenangannya memberikan sanksi kepada sekolah berupa:
1) pemberhentian bantuan dari pemerintah daerah; dan/atau
2) penutupan sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat.

d. Menteri atau pejabat yang ditunjuk memberikan sanksi kepada sekolah berupa:
1) rekomendasi penurunan level akreditasi;
2) pemberhentian bantuan dari pemerintah; dan/atau
3) rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk melakukan langkah-langkah tegas berupa penggabungan, relokasi, atau penutupan sekolah dalam hal terjadinya pelanggaran yang berulang.

(2) Apabila terjadi perpeloncoan maupun kekerasan lainnya dalam pengenalan lingkungan sekolah maka pemberian sanksi mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan pada Satuan Pendidikan dan peraturan perundang-undangan lainnya.

Pasal 8
(1) Pemberian sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(2) Jenis sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 tidak menghapus jenis sanksi lainnya yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Pasal 9
(1) Sekolah wajib meminta izin secara tertulis dan mendapatkan izin secara tertulis dari orangtua/wali calon peserta kegiatan pengenalan anggota baru ekstrakurikuler.

(2) Sekolah wajib menyertakan rincian kegiatan pengenalan anggota baru ekstrakurikuler pada saat meminta izin secara tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada orangtua/wali.

(3) Sekolah wajib menugaskan paling sedikit 2 (dua) orang guru untuk mendampingi kegiatan pengenalan anggota baru ekstrakurikuler.

(4) Apabila terdapat potensi risiko bagi siswa baru dalam pengenalan anggota baru pada kegiatan ekstrakurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sekolah wajib membuat pemetaan dan penanganan risiko serta memberitahukan kepada orangtua/wali untuk mendapat persetujuan.

(5) Ketentuan sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 berlaku juga untuk pengenalan anggota baru pada kegiatan ekstrakurikuler bagi siswa baru yang bertentangan dengan Peraturan Menteri ini

Pasal 10
(1) Siswa, orangtua/wali, dan masyarakat dapat melaporkan dugaan pelanggaran atas Peraturan Menteri ini kepada Dinas Pendidikan setempat atau Kementerian melalui laman
http://sekolahaman.kemdikbud.go.id, telepon ke 021-57903020, 021-5703303, faksimile ke 021-5733125, email ke laporkekerasan@kemdikbud.go.id atau layanan pesan singkat (SMS) ke 0811976929.

(2) Sekolah tidak dapat menuntut secara hukum atau memberikan sanksi dalam bentuk apapun kepada siswa, orangtua/wali, dan masyarakat yang melaporkan pelanggaran sebagaimana dimaksud ayat (1) kecuali laporan tersebut terbukti tidak benar.

Pasal 11
Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 55 Tahun 2014 tentang Masa Orientasi Siswa Baru di Sekolah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 12
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Untuk lebih lengkapnya bisa didownload pada link dibawah ini

Baca Juga :

KEGIATAN DAN ATRIBUT YANG DILARANG DALAM PELAKSANAAN MOS/ FORTASI BAGI SISWA BARU 2016/2017


Demikian Isi Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Peserta Didik Baru. Semoga bermanfaat
Kegiatan dan Atribut yang Dilarang Dalam Pelaksanaan MOS/ FORTASI Bagi Siswa Baru 2016/2017

Kegiatan dan Atribut yang Dilarang Dalam Pelaksanaan MOS/ FORTASI Bagi Siswa Baru 2016/2017

Kegiatan dan Atribut yang Dilarang Dalam Pelaksanaan MOS/ Fortasi Bagi Siswa Baru 2016/2017 ~ Selamat datang di Agus Blog, pada kesempatan kali ini Agus Blog akan berbagi informasi penting yang harus dipahami mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru SD/SMP/SMA.

Setiap Tahun Ajaran baru, setiap sekolah melaksanakan kegiatan MOS/FORTASI. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan peserta didik baru mengenai lingkungan sekolah tempat dia menuntut ilmu. Berkaitan dengan hal tersebut, pihak sekolah selaku penyelenggara kegiatan haruslah mengetahui hal-hal yang harus dihindari agar pelaksanaan kegiatan bisa berjalan dengan lancar.

Kegiatan dan Atribut yang Dilarang Dalam Pelaksanaan MOS/ FORTASI Bagi Siswa Baru 2016/2017


Termaktub dalam Lampiran III Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan (Permendikbutd) Nomor 18 Tahun 2016 Tentang "Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru", dijelaskan bahwa ada 6 contoh kegiatan dan 6 contoh atribut yang dilarang dan dalam pelaksanaan MOS/ FORTASI. Berikut Salinannya

6 Contoh Kegiatan dan Atribut yang Dilarang  dalam Pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru


A. 6 Contoh Aktivitas/Kegiatan yang Dilarang dalam Pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Peserta Didik/Siswa Baru

1. Memberikan tugas kepada siswa baru yang wajib membawa suatu produk dengan merk tertentu.

2. Menghitung sesuatu yang tidak bermanfaat (menghitung nasi, gula, semut, dsb).

3. Memakan dan meminum makanan dan minuman sisa yang bukan milik masing-masing siswa baru.

4. Memberikan hukuman kepada siswa baru yang tidak mendidik seperti menyiramkan air serta hukuman yang bersifat fisik dan/atau mengarah pada tindak kekerasan.

5. Memberikan tugas yang tidak masuk akal seperti berbicara dengan hewan atau tumbuhan serta membawa barang yang sudah tidak diproduksi kembali.

6. Aktivitas lainnya yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran.

B. 6 Contoh Atribut  yang Dilarang dalam Pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Peserta Didik/Siswa Baru
1. Tas karung, tas belanja plastik, dan sejenisnya.

2. Kaos kaki berwarna-warni tidak simetris, dan sejenisnya.

3. Aksesoris di kepala yang tidak wajar.

4. Alas kaki yang tidak wajar.

5. Papan nama yang berbentuk rumit dan menyulitkan dalam pembuatannya dan/atau berisi konten yang tidak bermanfaat.

6. Atribut lainnya yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran.



Untuk lebih lengkapnya bisa didownload Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 Lampiran III, pada link dibawah ini

Demikian informasi mengenai Kegiatan dan Atribut yang Dilarang dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru. Semoga bisa menjadi perhatian bagi pihak penyelenggara maupun wali murid, kegiatannya dapat berjalan dengan lancar.
2 Cara Mudah Meningkatkan Motivasi Belajar

2 Cara Mudah Meningkatkan Motivasi Belajar

Agus-sn.blogspot.com ~ Setiap orang pasti membutuhkan yang namanya motivasi, tidak terkecuali seorang pelajar. Motivasi sangatlah penting untuk mengembalikan semangat yang baru down untuk kembali menjadi semangat lagi. 

Motivasi belajar untuk setiap orang tentunya berbeda-beda, tergantung dari keinginan orang yang bersangkutan. Sebagai contoh, ada seorang anak yang harus diberi iming-imingi dengan sebuah hadiah baru punya semangat belajar dan berusaha untuk mendapatkan sebuah rangking yang baik di sekolah. Berbeda halnya dengan seorang anak yang selalu semangat belajar karena punya harapan selalu mendapatkan nilai yang bagus, agar bisa membuat orang tuanya bahagia dan bangga.

Cara Mudah Meningkatkan Motivasi Belajar


Motivasi belajar seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor inilah yang tentunya harus kita pelajari supaya kita selalu termotivasi dan tetap semangat dalam kondisi apapun.

  • Motivasi belajar bisa berasal dari faktor internal. Motivasi ini bisa terbentuk karena munculnya kesadaran pada diri seseorang mengenai betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan.
  • Motivasi belajar bisa berasal dari faktor eksternal, Motivasi ini bisa berupa rangsangan dari orang lain, atau lingkungan sekitarnya yang dapat memengaruhi psikologis orang yang bersangkutan.
 

Bagai mana cara meningkatkan motivasi belajar?
Pada prinsipnya, sebuah motivasi belajar bisa terbentuk karena adanya sebuah cita-cita atau ada kesadaran pada dirinya. Apapun itu, tentunya harus ada sebuah pengkondisian agar diri kita atau siapapun memiliki sebuah motivasi belajar. Berikut beberapa tips untuk meningkatkan motivasi belajar.

1. BERTEMANLAH DENGAN ORANG-ORANG YANG SUKA BELAJAR dan YANG SELALU OPTIMIS


Teman disekitar kita bisa mempengaruhi motivasi belajar, berteman dengan orang-orang yang senang belajar tentunya akan memberi efek yang baik pada kita.


Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri, atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah prestasi. Maka tanpa kita sadari kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita pun juga ikut bau bakaran besi, dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita pun juga akan ikut wangi.


2. CARILAH SEORANG MOTIVATOR
Terkadang, kita akan membutuhkan bantuan orang lain untuk tetap memberi dorongan dan semangat. 
Misalnya: teman, keluarga ataupun pasangan hidup.


“Resep sukses: Belajar ketika orang lain tidur, bekerja ketika orang lain bermalasan, dan bermimpi ketika orang lain berharap.” –William A. Ward

Demikian 2 Cara Mudah Meningkatkan Motivasi Belajar, semoga bermanfaat
Cara Mudah Mengajari Anak Agar Cepat Bisa Membaca Hanya Dalam Waktu 1 Minggu

Cara Mudah Mengajari Anak Agar Cepat Bisa Membaca Hanya Dalam Waktu 1 Minggu

Cara mudah mengajari anak cepat bisa membaca ~ Selamat datang di Agus Blog, pada kesempatan kali ini Agus Blog ingin berbagi sebuah artikel pendidikan mengenai cara mengajari anak belajar membaca.

Salah satu pendidikan yang harus diberikan kepada seorang anak saat menginjak masa Taman kanak-kanak adalah belajar membaca. Mengajari anak agar bisa cepat membaca tidaklah cukup kalau kita hanya mengandalkan materi yang diberikan di sekolah, melainkan dibutuhkan keikutsertaan orang tua untuk mengajari anak-anak saat berada di rumah. Sebagai referensi bagi anda, Berikut "Cara Mudah Mengajari Anak Agar Cepat Bisa Membaca"


Cara Mudah Mengajari Anak Agar Cepat Bisa Membaca


Cara Mengajari Anak Agar Cepat Bisa Membaca 

1. Ajari Anak Belajar Membaca Setiap Harinya
Dalam mengajari anak agar cepat bisa membaca tentunya anda harus menyisihkan waktu luang untuk mendampinginya secara intensif (lakukan secara rutin/ berkala). Buat anak tertarik terlebih dahulu, yaitu dengan mulailah berlatih mebaca buku buku cerita yang bergambar dan berwarna cerah agar mereka tidak mudah jenuh.


Ketika anak sudah mulai menikmatinya, Ajak mereka untuk belajar menggunakan buku dengan tingkat kesulitan yang lebih, secara bertahap.



2. Pahami Mood Anak dan Buat Kegiatan Belajar Membaca yang Menarik
Saat mengajari anak belajar membaca, memang bisa dikatakan susah-susah gampang. Mengapa demikian? Karena sebelum anda mengajarinya, anda juga harus memperatikan mood anak terlebih dahulu. Jangan sampai anda mengajarinya saat anak dalam kondisi lapar, mengantuk, atau bahkan sedang marah. Maka dari itu kita perlu waktu yang tepat saat mengajari anak belajar membaca.

Sebagai daya tarik anak agar mau belajar membaca yaitu gunakan metode pembelajaran yang menari, misalnya saja : belajar membaca sambil bermain, belajar membaca sambil bernyanyi, belajar membaca sambil bercerita atau dengan metode lainnya yang penting anak kita enjoy.


3. Hentikan Belajar Sebelum Anak Mengalami Kebosanan
Hal penting yang perlu anda perhatikan saat mengajari anak belajar membaca adalah, anak sangat mudah sekali mengalami kebosanan, jadi sebaiknya jangan paksa anak untuk terus belajar. Segera hentikan, saat anda melihat sikap anak yang sudah mulai tidak tertarik pada pelajaran.


Poin yang penting ketika Anda mengajari anak belajar adalah tidak perlu menunggunya bosan baru berhenti. Anda harus tanggap melihat sikap anak yang terlihat mulai tidak tertarik dan segera menghentikannya.


4. Letakkan Buku Ditempat Yang Mudah Dijangkau Anak
Akan lebih memudahkan Anda saat mengajak anak belajar membaca jika penempatan buku berada di lokasi yang terjangkau. Anda dapat menggunakan rak buku yang menarik serta memungkinkan anak-anak untuk sering menyentuhnya.

Letakkan buku-buku di tempat yang tidak terlalu tinggi agar anak-anak mudah menjangkau dan selalu ingat dengan aktivitas belajar membaca.



5. Bersikap Sabarlah Saat Mengajari Anak Membaca
Anak butuh waktu untuk bisa menguasai membaca, dan tidak bisa dengan cara yang instan, sehingga ajari mereka dengan ketekunan dan kesabaran. 
Mengajari anak-anak membaca dengan emosi, hanya akan membuat mereka merasa takut/ trauma serta segan mengulangi kegiatan pembelajaran.


6. Tes Kemampuan Membaca Anak Secara Berkala
Cek kemampuan membaca anak, saat mereka sedang bermain, yaitu dengan mengingatkan kosakata atau ejaan yang telah mereka pahami pada hari sebelumnya.


7. Ajari Mereka dengan Memberikan Contoh yang Baik

Salah satu hal yang sering dilakukan seorang anak adalah, mencotoh kebiasaan orang tuanya. Sehingga biasakan anda rajin membaca terutama saat berada di hadapan anak-anak. Jadi, sangat disarankan bagi Anda untuk selalu melakukan kegiatan positif agar anak-anak juga dapat menirukannya.


8. Berikan Pujian Saat Mereka Mampu Membaca
Salah satu hal yang paling disukai anak adalah pujian, Jadi berikan pujian kepada mereka, setiap kali mereka mampu membaca dengan baik atau saat usai melakukan kegiatan belajar membaca, Berika pujian berupa kata-kata yang dapat membangkitkan semangatnya. Sesekali Anda dapat memberikan hadiah sebagai penghargaan atas prestasi mereka. 

Demikian "Cara Mudah Mengajari Anak Agar Cepat Bisa Membaca", Semoga bisa menjadi referensi bagi anda dalam mendidik anak belajar membaca.


Kunjungi Juga
Cara Bijak Mengatasi Anak Yang Cengeng
Cara Mengajari Anak Menguasai Matematika Dengan Mudah
Ringkasan Pelajaran Matematika Kelas 6 SD Super Lengkap

Ringkasan Pelajaran Matematika Kelas 6 SD Super Lengkap

Ringkasan Pelajaran Matematika Kelas 6 SD Super Lengkap ~ Pelajaran matematika memang sangat mengasikkan, dibutuhkan sebuah ketelitian, ketangkasan dan kemampuan dalam melogika untuk bisa mengerjakan setiap soal-soal nya.

Ringkasan Pelajaran Matematika Kelas 6 SD Super Lengkap


Bagi adik-adik kelas 6 SD, menguasai pelajaran matematika sangatlah diperlukan. Karena Matematika marupakan salah satu matapelajaran yang akan diujikan dalam Ujian Nasional(UN). Hasil dari Ujian Nasional menjadi salah satu penentu apakah nantinya bisa masuk ke SMP yang dicita-citakan apa tidak. Tentunya, agar bisa diterima di SMP idaman, adik-adik harus rajin belajar dan berlatih ya, supaya tidak menyesal dikemudian harinya.

Mengingat pentingnya hal tersebut, Agus Blog ingin berbagi "Ringkasan Pelajaran Matematika Kelas 6 SD Super Lengkap" yang telah dibuat oleh Bapak. Muhamad Rukhyat Zain, S.Pd. Harapannya dengan ringkasan matematika tersebut bisa membantu adik-adik kelas 6 untuk mempersiapkan diri mengadapi Ujian Nasional 2017 Mendatang.

Berikut Kumpulan Ringkasan Pelajaran Matematika Kelas 6 SD Super Lengkap. Bagi yang membutuhkan bisa klik link dibawah ini :

Tips Jitu Menjadikan Pelajaran Matematika Mudah Untuk Dikuasai

Tips Jitu Menjadikan Pelajaran Matematika Mudah Untuk Dikuasai

Tips Jitu Menjadikan Pelajaran Matematika Mudah Untuk Dikuasai ~ Matematika, merupakan salah satu matapelajaran yang sangat penting. 

Kenapa dikatakan penting? 

Karena matapelajaran yang satu ini selalu diujikan dalam Ujian Nasional (UN) baik mulai dari tingkat SD, SMP bahkan tingkat SMA/SMK. Maka dari itu matematika haruslah kita pelajari dengan baik, bukan malah kita takuti atau kita tinggalkan sejauh jauhnya..... (^_^). 

Pada kesempatan kali ini, Agus Blog ingin mengajak adik-adik merubah pandangan mengenai pelajaran matematika, yang tadinya terkesan sulit menjadi mudah.


Singkat Cerita :
Penulis pada awalnya bukanlah pecinta pelajaran berhitung (Matematika), karena pelajaran ini terkesan sangat sulit, membosankan dan membingungkan apalagi ditambah gurunya yang mengerikan hiii. Tetapi sobat, seiring berjalannya waktu, penulis merasakan bahwa pelajaran matematika tidak akan bisa hindari !!!. "Mau atau tidak mau, pasti pelajaran ini akan kita hadapi". Nah, bermula dari pemikiran tersebut akhirnya penulis memaksa untuk mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, Hingga akhirnya penulis bisa menguasai nya dan menjadikan pelajaran matematika sebagai salah satu pelajaran yang paling disukai.

Berikut Tips agar menjadikan pelajaran matematika bisa dikuasai dengan mudah :

1. Perhatikan Pejelasan Guru dan Catat Penjelasannya
Saat guru menjelaskan materi, perhatikan dengan baik dan jangan lupa catat secara singkat penjelasan dari guru (untuk mencegah lupa saat kita mengulas kembali materi di rumah)

2. Baca, Pahami dan Latihan
Sepulang sekolah, jangan lupa longgarkaan waktu sejenak untuk mengulas materi yang tadi dijelaskan saat di sekolah, kemudian pahami lebih mendalam dan selanjutnya praktekkan dengan mencoba mengerjakan kumpulan latihan soal. (Biasanya penulis berlatih mengerjakan latihan soal-soal yang ada di buku lembar kerja siswa maupun soal di buku paket.

3. Tanyakan Untuk Materi Yang Belum Begitu Dimengerti
Tidak jarang penulis mengalami kesulitan disaat mempelajari matematika. Saat mengalami hal tersebut biasanya penulis akan bertanya secara langsung kepada teman yang sudah menguasai, dan juga bertanya kepada guru. (Kuncinya jangan malu bertanya ya)

4. Perbanyak Latihan
Setiap harinya penulis berlatih mengerjakan latihan soal-soal matematika, Hingga yakin bahwa materi yang sedang dipelajari benar-benar sudah dikuasai dan siap melanjutkan materi yang lainnya. 

5. Menguasai Materi yang Belum Dijelaskan (1 langkah kedepan)
Menguasai materi yang sedang dipelajari disekolah itu merupakan hal yang biasa, tetapi mempelajari dan menguasai materi yang belum diajarkan disekolah itu hal yang luar biasa. Inilah kunci keberhasilan penulis dalam menguasai matematika dengan mudah. Jadi, apabila adik-adik sudah menguasai materi yang sedang dipelajari disekolah, cobalah mempelajari materi selanjutnya tanpa harus menunggu penjelasan dari guru.

6. Pantang Menyerah
Sudah sewajarnya saat kita berlatih mengerjakan soal matematika, tetapi tidak menemukan jawabannya, mengalami kebingungan dan kesulitan. Jadi kenapa harus menyerah. Hadapi saja permasalah itu toh pada ujungnya kita pasti akan menghadapinya di Ujian Nasional. 


Nah, demikian Tips Jitu Untuk Menguasai Matematika yang bisa penulis bagikan, tips tersebut benar-benar pengalaman pribadi yang penulis alami. Semoga saja tips tersebut bisa menjadi referensi bagi adik-adik agar tidak lagi menjadikan matematika sebagai momok. Tetap Semangat Ya ....... (^_^)

Semoga bermanfaat. Jangan lupa dapatkan Ringkasan dan Latihan Matematika SMP Super Lengkap di Agus Blog
Diagram Venn Dilengkapi Contoh Soal dan Pembahasannya

Diagram Venn Dilengkapi Contoh Soal dan Pembahasannya

Diagram Venn Dilengkapi Contoh Soal dan Pembahasannya ~ Selamat data di Agus Blog, pada kesempatan kali ini, Agus Blog ingin membahas pelajaran matematika kelas 7 smp, yaitu "Bab. Diagram Venn"

Memang sih, untuk menguasai pelajaran matematika itu dibutuhkan sebuah kedisiplinan dalam melatih diri mengerjakan soal soal latihan, jadi memang agak berbeda dengan mata pelajaran yang lainnya yang hanya dengan menghafal.

Kalau Agus Blog boleh bilang, sebenarnya matematika itu bukanlah pelajaran yang sulit loo, kuncinya mau berlatih, bertanya saat bingung, dan selalu semangat untuk mempelajarinya.

Diagram Venn Dilengkapi Contoh Soal dan Pembahasannya


Baik langsung saja, berikut penjelasan mengenai Diagram Venn.

Contoh Soal 1
Dalam Sebuah penelitian yang dilakukan pada sekelompok orang, dipeoleh data 68 orang suka sepak bola, 50 orang suka voly, dan 8 orang suka keduanya, sedangkan 35 orang tidak suka sepak bola maupun voly. Hitung banyaknya orang dalam kelompok tersebut!

Jawab:
Kita gunakan diagram ven untuk menjawab soal tersebut. Jika kita gambarkan dengan diagram ven maka gambarnya seperti gambar berikut ini.


Banyak orang yang ada di dalam kelompok tersebut adalah 60 + 8 + 42 + 35 = 145 orang. Jadi, banyaknya orang dalam kelompok tersebut ada 145 orang.

Contoh Soal 2
Dalam Sebuah penelitian yang dilakukan pada sekelompok orang diketahui 20 orang suka minum kopi, 25 orang suka minum susu, dan 12 orang suka susu dan kopi. Dari data tersebut, carilah.
a. jumlah semua orang yang diteliti
b. jumlah orang yang suka susu saja
c. jumlah orang yang suka kopi saja
d. jumlah orang yang suka kedua-duanya

Jawab:
Untuk menjawab soal tersebut, pertama-tama membuat data tersebut menjadi bentuk diagram ven. Jika digambarkan, maka bentuk diagram vennya menjadi seperti gambar berikut ini.
Dari diagram venn di atas maka.
a. jumlah orang yang diteliti = 33 orang
b. jumlah orang yang suka susu saja = 13  orang
c. jumlah orang yang suka kopi saja = 8 orang
d. jumlah orang yang suka susu dan kopi = 12 orang

Contoh Soal 3
Hasil survey terhadap 35 orang warga desa Suka Maju, diperoleh hasil sebagai berikut: 18 orang menyukai teh, 17 orang menyukai kopi, 14 orang menyukai susu, 8 orang menyukai minum teh dan kopi, 7 orang menyukai teh dan susu, 5 orang menyukai kopi dan susu, 3 orang menyukai ketiga-tiganya. Buatlah diagram Venn dari keterangan di atas dan tentukan banyaknya warga menyukai teh, menyukai susu, menyukai kopi, dan tidak menyukai ketiga-tiganya.

Jawab:
Diagram Venn dari keterangan di atas seperti gambar berikut ini.
Dari diagram venn di atas maka dapat diketahui bahwa, banyaknya warga desa Suka Maju @ yang gemar minum teh saja ada 6 orang, 
@ yang gemar minum susu saja ada 5 orang, 
yang gemar minum kopi saja ada 7 orang,  
yang tidak gemar ketiga-tiganya ada 3 orang.

Contoh Soal 4
75 orang pada sebuah perusahaan diteliti. Di antara pekerja tersebut 50 orang berlangganan koran, 25 orang berlangganan majalah, dan 10 berlangganan majalah dan koran. Dengan menggunakan bantuan diagram Venn, tentukan banyaknya pekerja di perusahaan tersebut yang tidak berlangganan keduanya!

Jawab:
Jika digambarkan, maka bentuk diagram vennya menjadi seperti gambar berikut ini.
Berdasarkan gambar diagram venn di atas maka banyaknya pekerja di perusahaan tersebut yang tidak berlangganan keduanya ada 10 orang.

Demikian beberapa contoh soal dan pembahasannya tentang diagram venn yang bisa Agus Blog sharekan, semoga bermanfaat. Dapatkan materi matematika smp lainnya di Blog ini.